Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (4/10), Angkatan Bersenjata Filipina menyatakan bahwa sebuah jet tempur J-16 milik China "berulang kali mendekat dan melakukan manuver dalam jarak sangat dekat dengan pesawat Filipina".

"Termasuk bermanuver di depan dan di sekelilingnya, serta memposisikan diri tepat di belakang jalur terbang pesawat Filipina tersebut," sebut Angkatan Bersenjata Filipina.

Beijing kemudian menyalahkan kapal Filipina itu, yang disebutnya "memikul tanggung jawab penuh atas insiden tersebut".