"Saya berharap pemerintah menggunakan data pendapatan dan pengeluaran yang lebih real. Kita butuh disposable income, pendapatan tersisa setelah utang dikeluarkan," kata Media dalam kegiatan diskusi 'Metodologi Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan di Indonesia' di Politeknik Statistika STIS, Jakarta, Jumat (11/9/2026). "Banyak orang terlihat mampu, tapi pengeluaran pendidikan dan kesehatannya hasil dari utang pinjol atau jual sawah. Ke depan kita butuh data pendapatan yang akurat," sambungnya.
Dalam konteks ini, Media mengatakan pendataan disposable income masyarakat dapat dilakukan melalui sistem Coretax.
Sebab, sistem milik Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ini dapat merekam pendapatan bersih warga berdasarkan nilai pajak yang dibayarkan.
Selain itu, sistem ini juga dapat merekam kepemilikan aset masyarakat dan berbagai data penting lainnya terkait dengan tingkat kesejahteraan wajib pajak.