Realisasi tersebut setara dengan 88,57% dari target baru dan sudah mencapai 125,91% dari target awal. Segmen data center menjadi salah satu penyumbang utama penjualan lahan industri perseroan.

Kinerja keuangan DMAS juga tumbuh pada paruh pertama 2026. Pendapatan tercatat Rp1,80 triliun, melonjak 193,64% dibandingkan Rp613 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih ikut meningkat 154,04% menjadi Rp1,10 triliun dari sebelumnya Rp433 miliar pada semester I 2025.

Ketiga emiten yakni CUAN, BREN, dan DSSA tengah menyiapkan aksi buyback saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

Mengacu pada POJK No. 13/2023 dan SOJK 112/2026, aksi tersebut dapat dilakukan tanpa persetujuan RUPS.

CUAN menyiapkan dana paling banyak Rp500 miliar untuk buyback. Sementara BREN dan DSSA masing-masing menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun. Seluruh dana tersebut berasal dari kas internal masing-masing perusahaan.

Secara proforma, buyback CUAN akan menurunkan total aset dari USD 2.65bn menjadi USD 2.62bn dan total ekuitas dari USD 638.37mn menjadi USD 610.37mn.

Buyback BREN akan menurunkan total aset dari USD 4.04bn menjadi USD 3.99bn dan total ekuitas dari USD 944.99mn menjadi USD 889.27mn.

Berbeda dengan kedua emiten tersebut, DSSA menyebut aksi buyback tidak akan menurunkan pendapatan perusahaan dan dapat meningkatkan laba per saham.

Ketiga perusahaan menargetkan aksi tersebut untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Buyback CUAN dan BREN dimulai pada 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. Sementara DSSA menjalankan buyback mulai 19 Oktober 2026 sampai 18 Januari 2027.