NADIKABAR.COM — Seorang wanita di Florida, Amerika Serikat, harus berhadapan dengan hukum setelah menggunakan chatbot kecerdasan buatan (AI) Claude milik Anthropic sebagai buku harian atau diary.
Curhatannya yang berisi ancaman akan melakukan penembakan massal di kantor polisi lokal berujung pada penangkapan oleh aparat kepolisian setelah dilaporkan langsung oleh tim keamanan AI tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para pengguna bahwa percakapan dengan chatbot AI bukanlah diari rahasia yang sepenuhnya privat.
Berdasarkan laporan kepolisian, pelaku bernama Carli Michelle Heller asal Bonita Springs, Florida, mengunggah tulisan ke Claude pada 26 September yang menyatakan rencananya untuk menyerang kantor Lee County Sheriff's Office (LCSO). Heller kemudian mengaku kepada penyidik bahwa ia biasa memakai chatbot tersebut layaknya buku harian pribadi.
Namun, alur deteksi keamanan Anthropic bekerja secara cepat:
Petugas LCSO bergerak cepat mengunjungi kediaman Heller dan menangkapnya tanpa perlawanan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, Heller dijerat pasal ancaman kekerasan tertulis berdasarkan undang-undang Florida Statute 836.10. Aturan ini mengategorikan tindakan mengirim, mengunggah, atau mentransmisikan rekaman tertulis/elektronik yang mengancam keselamatan orang lain, penembakan massal, atau tindakan terorisme sebagai kejahatan tingkat dua.
Langkah cepat Anthropic melaporkan pengguna tersebut diduga kuat dipicu oleh tingginya tekanan hukum yang tengah dihadapi industri AI:
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk berpikir ulang sebelum memasukkan informasi sensitif atau melanggar hukum ke dalam layanan chatbot AI, demikian dikutip NadiKabar dari Techspot, Senin (5/10/2026).