"BMKG memprakirakan awal musim hujan pada November 2026 terjadi di 185 Zona Musim (ZOM) atau mencakup 24,66 persen luas daratan Indonesia, dan berlanjut pada Desember 2026 di 266 ZOM atau 17,31 persen luas daratan Indonesia," tulis BMKG di laman resminya, Kamis (5/11).

Meski demikian, sejumlah dinamika atmosfer regional dan lokal masih berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, sehingga berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.

Dalam sepekan ke depan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi memengaruhi sebagian wilayah Indonesia bagian barat dan selatan secara spasial, sementara Gelombang Kelvin berpotensi aktif di bagian timur.