Giuseppe Spadaro, pimpinan Radenza Group yang mengelola supermarket Coop, mengatakan serangan terjadi pada Senin (2/11) sekitar pukul 04.00 wIB. Serangan tersebut menargetkan sistem kendali jarak jauh untuk bagian penyimpanan makanan beku di supermarket.
Belgia menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Puluhan toko dari sejumlah jaringan supermarket melaporkan gangguan pada sistem pendingin.
Carrefour Belgia melaporkan gangguan tersebut dialami di 15 toko miliknya. Ikea juga mengatakan gerai mereka di Mons mengalami serangan siber yang menyebabkan suhu di lemari pembeku meningkat.
Perusahaan pendingin asal Belgia, Sabcobel, mengatakan telah mulai mengamankan instalasi sistem pendingin mereka setelah serangan di Prancis pada Oktober. Namun, sejumlah sistem belum sempat diperbarui dan termasuk yang terdampak serangan siber.
Jaringan supermarket Delhaize, Colruyt, dan Intermarche juga melaporkan masalah pada sistem pendingin di sejumlah gerainya di Belgia.
Perusahaan ritel Musgrave di Irlandia mengatakan bahwa 13 gerai SuperValu terdampak insiden serangan siber.
Di Portugal, grup Mosqueteiros mengonfirmasi bahwa tujuh gerai Intermache mengalami insiden terkait serangan siber.
Serangan ini diduga menyasar penyedia layanan eksternal yang bertanggung jawab mengelola sistem pendingin.