Di Swedia, jaringan supermarket Coop mengonfirmasi enam gerai mereka terdampak serangan siber. Sampai saat ini pihak perusahaan belum mengetahui dalang di balik serangan tersebut.

Juru bicara Coop, Carlos Cancino, mengatakan bahwa gerai yang terdampak masih terhubung dengan jaringan seluler 4G, bukan sistem 5G yang lebih baru. Kondisi ini membuat perangkat mereka lebih rentan terhadap serangan peretas.

Jaringan supermarket lainnya, Ica, juga melaporkan bahwa sejumlah kecil gerai mereka mengalami masalah pada sistem pendingin. Namun, perusahaan belum memastikan apakah gangguan ini disebabkan oleh serangan siber.

Beberapa toko bahan makanan di Finlandia juga mengalami insiden serupa. Mereka belum memastikan kenaikan suhu lemari pendingin ini berkaitan dengan serangan siber atau bukan.

Roni Kokkola, spesialis keamanan informasi di Pusat Keamanan Siber Nasional, tidak menutup kemungkinan masalah ini juga disebabkan oleh serangan siber, sebagaimana yang dialami sejumlah negara Eropa lainnya.

Di Estonia, setidaknya satu supermarket menjadi sasaran peretas yang menaikkan suhu unit pendinginnya hingga 50 derajat Celsius.

Unit yang terdampak merupakan model lama buatan Danfoss. Perangkat tersebut serupa dengan yang menjadi sasaran serangan di Prancis.