NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan memberikan dampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandar udara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan asap banyak membuat jarak pandang (visibility) menjadi terganggu.
Jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan. Apabila berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, maupun dibatalkan.
"Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Dari hasil pantauan yang dilakukan asap tebal paling berdampak pada operasional Bandara Singkawang (SKJ) dan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan.
Pada 16 Agustus 2026, dengan jarak pandang sekitar 3.000 meter, penerbangan TransNusa terdampak dengan jumlah 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) - Bandara Singkawang (SKJ) dan 153 penumpang SKJ-CGK. Super Air Jet terdampak dengan 180 penumpang CGK-SKJ dan 87 penumpang SKJ-CGK.
Pada 18 Agustus, jarak pandang sekitar 2.000 meter, TransNusa terdampak masing-masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sedangkan Super Air Jet masing-masing 180 dan 179 penumpang.