NADIKABAR.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus pencatatan saham (delisting) 18 emiten pada 10 November 2026. Meski begitu, sejumlah investor publik masih tertahan di saham-saham tersebut dan belum bisa melepas kepemilikannya alias nyangkut.

Delisting terhadap 18 saham tersebut dilakukan karena emiten berstatus pailit dan mengalami suspensi perdagangan lebih dari 50 bulan. Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-N, khususnya aturan III.1.3.1 dan III.1.3.2, yang mengatur kondisi perusahaan dengan kelangsungan usaha bermasalah tanpa indikasi pemulihan serta saham yang disuspensi selama 24 bulan terakhir.

Delisting dijadwalkan efektif pada 10 November 2026. Sebelumnya, BEI mewajibkan emiten terkait melakukan pembelian kembali saham (buyback) pada periode 11 Mei hingga 9 November 2026.

Namun hingga saat ini, saham delisting ini belum melakukan buyback. Sebagaimana investor publik yang tercatat pada PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), berdasarkan data RTI Business kepemilikan publik masih tercatat sebanyak 8.158.734.000 unit atau setara 39,89%.

Delisting terhadap perusahaan yang dinyatakan pailit:

1. COWL - PT Cowell Development Tbk - 312.063.778 unit saham publik (6,41%)2. MTRA - PT Mitra Pemuda Tbk - 169.995.800 unit saham publik (22,080%)3. SRIL - PT Sri Rejeki Isman Tbk - 8.158.734.000 saham publik (39,89%)4. TOYS - PT Sunindo Adipersada Tbk - 565.912.312 saham publik (39,43%)5. SBAT - PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk - 2.448.771.079 unit saham publik (51,521%)6. TDPM - PT Tianrong Chemicals Industry Tbk - 2.882.784.830 unit saham publik (27,49%)7. TELE - PT Omni Inovasi Indonesia Tbk - 2.219.962.242 unit saham publik 30,36%.

Delisting perusahaan tercatat yang telah berada pada masa suspensi lebih dari 50 bulan:

1. LCGP - PT Eureka Prima Jakarta Tbk - 4.909.344.510 unit saham publik (87,3774%)2. SUGI - PT Sugih Energy Tbk - 16.434.255.221 unit saham publik (66,23%)3. MABA - PT Marga Abhinaya Abadi Tbk - 11.049.766.312 unit saham publik (71,92%)4. LMAS - PT Limas Indonesia Makmur Tbk - 620.686.725 unit saham publik (78,78%)5. SKYB - PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk - 229.606.900 unit saham publik (39,25%)6. ENVY - PT Envy Technologies Indonesia Tbk - 1.560.140.900 unit saham publik (86,675%)7. GOLL - PT Golden Plantation Tbk - 864.362.359 unit saham publik (23,58%)8. PLAS - PT Polaris Investama Tbk - 999.940.500 unit saham publik (84,44%)9. TRIL - PT Triwira Insanlestari Tbk - 336.366.260 unit saham publik (28,03%)10. UNIT - PT Nusantara Inti Corpora Tbk - 30.919.675 unit saham publik (41%)11. DUCK - PT Jaya Bersama Indo Tbk - 1.116.480.810 unit saham publik (86,9987%).