Pejabat AS ingin Nvidia sukarela memperketat protokol dan menandai lebih banyak pengiriman mencurigakan. Dengan begitu, chip tersebut tak jatuh ke tangan perusahaan-perusahaan terkemuka China yang dituduh Trump mencuri teknologi AS untuk memperluas kemampuan AI China.
"Pejabat pemerintah dan pakar industri semakin menunjuk pada celah dalam uji tuntas Nvidia, mempertanyakan bagaimana perusahaan itu bisa gagal menangkap tanda-tanda bahaya," lapor Bloomberg. Pejabat menyarankan agar pengiriman yang paling diawasi secara ketat seharusnya adalah fasilitas di Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Nvidia memang menyaring para pembeli dan memblokir pengiriman ketika pembeli akhirnya tidak diketahui, namun mereka tidak mendeteksi pengiriman yang tampaknya jelas-jelas penipuan, yang menurut beberapa pejabat AS seharusnya mudah ditandai.
Nvidia memang ingin tetap unggul di pasar China. Pengaruh CEO Jensen Huang yang makin besar terhadap Trump mendorong sang presiden untuk melonggarkan kontrol ekspor lebih lanjut. Sejauh ini, pemerintahan Trump membiarkan Nvidia mengawasi dirinya sendiri sambil bergerak lambat memblokir pengiriman yang mencurigakan.