Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar berkapasitas sekitar 4.400 jemaah. Sementara itu, lahan yang diakuisisi direncanakan menjadi kawasan dengan 13 menara hotel, sekitar 4.560 kamar, dan kapasitas hingga 18.000 jemaah, yang dikembangkan secara bertahap.
Adapun di sektor protein, DIM menjalin kemitraan dengan JBS Group melalui rencana investasi US$ 2,5 miliar untuk kepemilikan 25% pada perusahaan patungan yang menaungi operasional JBS di Australia dan Selandia Baru.
Kemitraan tersebut membuka potensi pembiayaan tambahan hingga US$ 2,5 miliar untuk investasi dan akuisisi di Indonesia serta kawasan regional, sekaligus memberikan akses terhadap teknologi, standar industri, dan jaringan distribusi global.
Stefanus menegaskan bahwa seluruh investasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang, memperluas penguasaan teknologi, dan meningkatkan kemampuan industri nasional.
Pengumuman proyek digital dan AI pada NAF 2026 diharapkan menjadi bagian dari langkah Danantara mempertemukan kebutuhan pembangunan Indonesia dengan investasi global yang berkelanjutan.