Oleh karena itu, DIM mendorong prinsip Bring Your Own Energy (BYOE) dalam pengembangan pusat data berskala besar, disertai teknologi closed loop untuk mengurangi konsumsi air serta mempertimbangkan sistem pengolahan dan desalinasi air. Aspek emisi, kesiapan jaringan listrik, keamanan data, dan dampak lingkungan juga menjadi bagian dari penilaian investasi.

Selain sektor digital, Stefanus memaparkan perkembangan investasi DIM pada sejumlah proyek strategis. Di sektor pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), tiga proyek tahap pertama di Bali, Bekasi, dan Bogor telah memasuki tahap konstruksi.

Sementara itu, delapan mitratahap kedua telah menerima Conditional Letter of Award (CLoA) untuk delapan lokasi yang mencakup 20 kabupaten/kota, dengan target peletakan batu pertama secara bertahap pada awal 2027.

DIM bersama Denera juga telah menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel, dengan minat pembiayaan indikatif mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan program PSEL.

Di sektor pelayanan haji dan umrah, DIM telah menyelesaikan akuisisi Novotel Thakher Makkah pada 11 Agustus 2026 serta lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher pada 18 Oktober 2026.