Ia menegaskan pembatasan fasilitas tersebut merupakan bagian dari perubahan budaya kerja di lingkungan perusahaan pelat merah. Dony menyebut pihaknya telah mengeluarkan aturan mengenai fasilitas yang boleh dan tidak boleh digunakan.

"Sekarang kalau teman-teman mungkin tidak menyadari, kita mengeluarkan, saya mengeluarkan itu aturan mana yang boleh, mana yang nggak, termasuk juga penerbangan yang harus seperti apa, sampai kepada ajudan, sampai kepada patwal. Ini kita maunya seluruh manajemen BUMN itu nanti ya betul-betul profesional," ujarnya.

Lebih lanjut, Dony menjelaskan transformasi BUMN dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, Danantara memfokuskan pembenahan melalui konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan.