NADIKABAR.COM — Danantara berencana menggabungkan 23 perusahaan kawasan industri menjadi satu perusahaan, PT Kawasan Industri Indonesia. Merger ini rencananya akan diumumkan 5 November 2026.

COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan penggabungan ini dilakukan untuk mendorong investasi masuk ke Indonesia lebih banyak lagi.

"Kawasan industri kita ke depannya dengan kita melakukan merger diharapkan nanti tanggal 5 November akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate. Kita menjadi satu perusahaan industrial estate," kata Dony saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (8/10/2026).

"Nama perusahaannya nanti saya akan cek ya. PT Kawasan Industri Indonesia kalau nggak salah saya," sambung Dony.

Dony mengatakan pembentukan perusahaan tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan kawasan industri agar lebih terintegrasi.

Adapun Dony bilang nantinya, PT Danareksa (Persero) yang sebelumnya merupakan holding perusahaan kawasan industri sudah tidak akan lagi menjadi holding perusahaan kawasan industri. Danareksa kata Dony akan kembali menjalankan fungsi sebagai perusahaan pengelola aset atau asset management.

"Itu menjadi transformasi dari perusahaan industrial estate yang kita punya. Karena kan nanti setelah dalam penataan BUMN ini beberapa kan dikembalikan. Danareksa kembali menjadi asset management kan. Dulu kan Danareksa ini holdingnya kawasan industri. Nanti Danareksa menjadi asset management, kawasan industri menjadi sendiri. Betul-betul pure bisnisnya di kawasan industri," ujarnya.

Selain merger itu, Dony menjelaskan Danantara juga tengah mereview bisnis model yang dijalankan di kawasan industri. Ke depan, tanah tidak lagi menjadi sumber utama pendapatan, melainkan fasilitas yang disediakan di dalam kawasan.

"Di mana ke depannya tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan, tetapi tanah itu akan kita berikan secara cuma-cuma tetapi pendapatannya akan datang dari fasilitas yang kita sediakan. Karena itu pemerintah sudah menyiapkan satu integrated kawasan industri. Sehingga dengan demikian kita menjadi cukup kompetitif dan bahkan sangat kompetitif dibandingkan dengan negara-negara di sekitar Indonesia," katanya.