NADIKABAR.COM — Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) siap turun tangan membantu Bursa Efek Indonesia saat menghadapi tekanan. Namun, pembelian saham harus dilakukan secara hati-hati, terutama untuk saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Mengutip laporan Reuters, statemen ini bisa menjadi sentimen positif untuk menekan potensi pelemahan pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga disebut berpotensi semakin terpuruk jika MSCI memangkas klasifikasi pasar modal Indonesia bulan depan.
Danantara sendiri menyiapkan dana hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,89 triliun (asumsi kurs Rp 17.891) untuk berinvestasi di pasar modal domestik hingga akhir tahun 2026. Sementara saat ini, Danantara telah mengalokasikan sekitar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 53,67 triliun untuk investasi saham dan obligasi asing maupun domestik.
"Jika terjadi krisis di pasar, dan kami merasa bahwa itu hanya berdasarkan sentimen eksternal yang bersifat sementara... maka kami mungkin akan turun tangan," kata Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management, Rani Piputri, dikutip dari Reuters, Sabtu (10/10/2026).
Ia mengatakan, Danantara mulai mengalokasikan dana untuk berinvestasi di pasar modal domestik sejak akhir tahun lalu. Investasi tetap berlanjut saat IHSG tertekan aksi jual menyusul peringatan MSCI pada Januari yang membuka ruang pemangkasan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
Danantara juga terbuka untuk kembali turun tangan jika MSCI memangkas peringkat pasar modal Indonesia bulan depan. Namun Piputri menegaskan, Danantara perlu melakukan uji tuntas sebelum melakukan hal tersebut.
"Kami mungkin akan turun tangan. Mungkin saja... tetapi ada banyak uji tuntas yang harus kami lakukan," kata Rani.