Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara Pahala Mansury menambahkan dana tersebut ditargetkan menghasilkan imbal hasil 200-300 basis poin di atas biaya modal. Sebagai acuan, biaya modal Danantara tercermin dari penerbitan obligasi dolar AS bertenor lima tahun pada Juni lalu dengan imbal hasil 5,35%.

Selain itu, dividen sebesar Rp 120 triliun yang sebelumnya disebut oleh Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan sebelumnya) akan disetorkan Danantara kepada pemerintah tahun ini berpotensi ditahan. Pahala mengaku masih berdiskusi dengan Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, terkait hal tersebut.

"Kami sedang berdiskusi dengan Menteri Keuangan (yang baru) Suahasil," katanya.

"Sejauh ini indikasi yang kami dapatkan adalah kami masih dapat mengelola dividen, tetapi tentu saja kami masih akan menunggu keputusan akhir," tambahnya.

Pahala menegaskan, Danantara tidak memiliki peran eksplisit dalam menstabilkan pasar.

"Kami percaya peran kami adalah untuk memastikan bahwa apa pun yang kami lakukan, investor asing tidak akan melihatnya sebagai semacam intervensi pasar, melainkan sebagai cara bagi kami untuk terus berkontribusi pada pendalaman keuangan (dan) tata kelola yang lebih baik," pungkasnya.