"Ketika lapisan es pecah, struktur ekologi yang unik itu pun menghilang," lanjutnya.
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa lapisan air tawar mulai terkuras segera setelah lapisan es pecah dan sebagian besar telah menghilang pada musim gugur 2020. Ketika peneliti kembali melakukan pengukuran pada Juli 2022, air payau telah menggantikan lapisan air tawar yang sebelumnya menjadi ciri khas danau tersebut.
Pemantauan tahunan setelahnya juga tidak menemukan tanda-tanda bahwa danau kembali terbentuk. Hilangnya danau ini bukan sekadar perubahan kondisi air. Peristiwa tersebut juga memperlihatkan bagaimana kerusakan lapisan es dapat menghilangkan ekosistem yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terbentuk.
Dr Bernard Laval, peneliti dari University of British Columbia (UBC) sekaligus salah satu penulis studi, mengatakan danau epishelf dapat menjadi penanda kondisi lapisan es yang menahannya.
"Danau epishelf dapat menjadi indikator ketika suatu lapisan es mengalami tekanan, dan itulah yang kami lihat di sini," ujar Laval.
"Data menunjukkan bahwa lapisan es tersebut sedang mengalami kegagalan. Begitu esnya hilang, ekosistemnya ikut hilang. Tidak ada jalan untuk kembali," sambungnya.
Menurut tim peneliti, lapisan es dan danau telah mengalami penipisan selama puluhan tahun sebelum keruntuhan pada 2020. Pecahnya lapisan es menjadi titik akhir bagi sistem yang telah bertahan selama ribuan tahun.