Platform ini terbilang sukses. Terbukti, valuasi perusahaan terus menanjak dan menjadikan Nadler, pemilik 60 persen saham perusahaan, sebagai salah satu konglomerat dunia.

Pada awal 2026, valuasi OpenEvidence ditaksir mencapai US$12 miliar setelah perusahaan menutup putaran pendanaan Seri D senilai US$250 juta. Valuasinya meningkat dari US$6 miliar pada Oktober 2025 lalu, saat putaran pendanaan Seri C.

Nadler tak ingin OpenEvidence hanya berhenti sebagai mesin pencari klinis. Ke depan, Nadler ingin melebarkan sayap perusahaan sebagai pengembang obat berbasis AI.

Di tengah kesibukannya, Nadler masih menyempatkan waktu untuk menulis puisi. Sejak kuliah di Harvard, Nadler memang memiliki ketertarikan pada dunia sastra. Ia bahkan sempat mendapat bimbingan dari penyair peraih Pulitzer Jorie Graham

Pada 2016 lalu, Nadler menerbitkan buku puisi pertamanya berjudul "Lacunae: 100 Imagined Ancient Love Poems" melalui penerbit Farrar, Straus and Giroux. Karyanya itu mendapat sambutan positif dari media, termasuk The Washington Post.

Selain itu, Nadler juga pernah menjabat di dewan Academy of American Poets.

Saat ini, Nadler tinggal di sebut griya tawang mewah di area Surfside, Florida, AS. Laporan The Wall Street Journal mencatat Nadler memiliki sejumlah aset properti di Beverly Hills dan Malibu, California, AS.