NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menambah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlahnya mencapai hampir 1.000 dapur MBG.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan penambahan dapur MBG akan diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
"Minggu ini saya rencana buka ada sekitar 900, hampir 1.000 di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali, ya daerah 3T sama prevalensi stunting tinggi dan tinggi sekali. Jadi kita kita ingin kita ingin yang prioritas kita beresin dulu lah," ujar Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Sudaryono menegaskan bahwa proses pembukaan dapur SPPG dilakukan melalui sistem yang telah ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu menggunakan jasa perantara atau membayar pihak tertentu untuk mendapatkan kesempatan dalam program tersebut.
"Tentunya pembukaan dapur ini tidak ini by system semua. Jadi nggak ada orang yang akan datang, jajakin jasa. Biasanya kan suka ada calo ya, ini nanti kalau tolong diberitakan, ya enggak ada calonya di sini," terang Sudaryono.
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono mengatakan bahwa jumlah SPPG yang sudah beroperasi mencapai saat ini mencapai 27.022 dapur. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.100 dapur dari jumlah belum mendapatkan Surat Penetapan Penerima Manfaat (SPS).
"Dari 1.100 tadi, itu kira-kira 500-an itu suspend. Suspend itu ya karena IPAL atau karena ada pernah ada ada keracunan makanan, kemudian ada perbaikan, dan lain sebagainya, itu ada sekitar 500," kata Sudaryono.