"Bagi kami, Rumah BUMN bukan hanya tempat mendapatkan informasi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi dalam mengembangkan usaha. Kami semakin memahami bahwa untuk naik kelas, UMKM harus terus belajar dan beradaptasi, mulai dari produk, branding, pemasaran hingga pemanfaatan digital. Kami juga menjadi lebih percaya diri mengembangkan Nalura & Co karena memiliki tempat untuk berkonsultasi ketika menghadapi kendala atau ingin mencoba sesuatu yang baru," ujar Ratna Dewi, pemilik Nalura & Co.

UMKM lainnya, Madu Lusera, mengembangkan produk madu dengan memanfaatkan potensi alam kawasan Leuser. Pembinaan yang diikuti membantu usaha tersebut memperkuat pengelolaan bisnis dan pemasaran hingga memperoleh pesanan dalam jumlah lebih besar.

Madu Lusera juga melibatkan tenaga kerja lokal dan memanfaatkan platform e-commerce untuk menjangkau konsumen di luar daerah hingga pasar nasional.

Sementara Sahada di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, mengolah material yang sebelumnya tidak terpakai seperti plastik dan kain menjadi dompet, tas, serta aksesori.