Di sektor energi, realisasi lifting minyak bumi, termasuk Natural Gas Liquid (NGL), pada 2025, kembali memenuhi target APBN untuk pertama kalinya sejak 2016. Penggunaan biodiesel B40 sepanjang 2025 juga dilaporkan menghasilkan penghematan devisa Rp130,21 triliun.
Pada Juli 2026, pemerintah meluncurkan mandatori biodiesel B50 dengan perkiraan penghematan devisa hingga Rp170 triliun dan target menghentikan impor solar.
Selain itu, pemerintah meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) pada Agustus 2026. Program tersebut diawali dengan 14 proyek berkapasitas total sekitar 5,2 GWp, dengan target pembangunan kapasitas nasional 100 GWp dalam tiga tahun.
Menurut Fithra, swasembada pangan harus diikuti stabilitas harga dan peningkatan pendapatan petani. Adapun kemandirian energi perlu diterjemahkan menjadi pengurangan kebergantungan pada impor dan penguatan kapasitas produksi domestik secara berkelanjutan.