NADIKABAR.COM — Sebanyak 857 usaha mikro dan kecil (UMK) binaan Pertamina lolos ke tahap nasional Pertamina UMK Academy 2026. Mereka terpilih setelah bersaing dengan lebih dari 1.500 peserta dalam pembinaan tingkat regional sejak September 2026.

Peserta yang lolos berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis. Bisnis kuliner menjadi sektor terbanyak dengan 483 UMK atau 56,4% dari total peserta yang lolos.

Sektor fesyen dan wastra menyusul dengan 169 UMK (19,7%), kemudian kerajinan dan perhiasan sebanyak 159 UMK (18,6%). Sisanya berasal dari agribisnis sebanyak 21 UMK, kesehatan, kecantikan dan perawatan rumah tangga sebanyak 17 UMK, serta jasa dan perdagangan umum sebanyak 8 UMK.

Berdasarkan wilayah, Jawa Tengah-DIY menjadi penyumbang peserta lolos terbanyak, yakni 135 UMK dari 211 peserta. Berikutnya Jawa Timur dengan 129 UMK dari 215 peserta. Sementara itu, Bali-Nusa Tenggara mencatat tingkat kelulusan sebesar 60,9%.

Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, mengatakan peserta yang lolos telah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha.

"Melalui Pertamina UMK Academy, kami ingin memastikan UMKM memiliki kapabilitas dan kualitas yang semakin baik, tidak hanya untuk produk namun juga untuk manajemen bisnisnya. Pelatihan yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar produk-produk unggulan daerah dapat berkembang dan bersaing hingga tingkat nasional," ujar Rudi.

Selama pembinaan regional, Pertamina menggelar 43 sesi pelatihan di 10 wilayah. Jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 40 sesi atau mencapai 108%. Selain itu, ada 11 kegiatan pameran dan lebih dari 600 kali pendampingan secara daring maupun melalui kunjungan langsung.

Memasuki tahap nasional hingga Desember 2026, peserta akan mendapat penilaian berdasarkan enam aspek, yakni pemasaran dan pasar, keuangan, operasional dan sumber daya manusia, legalitas, digitalisasi, serta uji pasar dan produk.

Hasil penilaian tersebut akan menentukan kelompok pembinaan peserta. Ada empat kategori yang disiapkan, yaitu Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Materi pendampingan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing usaha.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pengembangan UMK diharapkan berdampak pada peningkatan produktivitas dan penyerapan tenaga kerja.

"Kami berharap UMK mitra Pertamina tidak hanya tumbuh dari sisi omzet dan kualitas produk, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi di daerahnya. Ketika UMK berkembang, peluang untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat juga semakin besar," tambah Baron.