VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan program tersebut bertujuan membuka akses ekonomi bagi perempuan penenun sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
"Melalui Galeri Mina Tenun, kami berupaya membuka akses ekonomi yang lebih baik bagi perempuan penenun, sekaligus mengembangkan potensi lokal melalui inovasi yang mengintegrasikan budaya dan energi terbarukan. Kami ingin perempuan penenun memiliki peluang untuk meningkatkan penghasilan dan membangun kemandirian ekonomi, sementara masyarakat juga dapat merasakan manfaat program dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui dukungan akses air bersih," ujar Dian.
Selain membantu pemasaran kain, program Mina Tenun mengembangkan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dimodifikasi untuk menghasilkan energi listrik dari gerakan mekanis saat digunakan. Energi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pengoperasian pompa air dan sistem filtrasi.
Inovasi itu dikembangkan untuk membantu warga Desa Sukarara yang menghadapi keterbatasan pasokan air. Saat terjadi kekeringan di sejumlah wilayah NTB, sebagian rumah tangga harus mencari sumber air alternatif atau membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.