Di sisi pendapatan, Pupuk Indonesia juga melakukan diversifikasi dengan memperkuat kontribusi segmen non-subsidi dan produk non-pupuk.
Strategi tersebut membuat perusahaan memiliki sumber pertumbuhan yang lebih beragam sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada siklus harga komoditas.
Transformasi juga dilakukan melalui operational dan digital excellence, holding business streamlining, distribusi public service obligation serta penguatan bisnis komersial.
Transformasi Pupuk Indonesia turut menyasar fasilitas produksi. Penguatan kinerja keuangan yang dicapai perusahaan memberi ruang untuk meningkatkan investasi untuk peremajaan atau revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan.
Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Danantara untuk mengoptimalkan portofolio aset BUMN agar lebih produktif dan memberikan nilai tambah.
Saat ini Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi nasional sekitar 14,8 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut menjadi salah satu modal perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri sekaligus merespons peluang pasar global.
Optimalisasi aset menjadi penting untuk memastikan kapasitas produksi yang dimiliki dapat digunakan secara efisien. Dengan fasilitas yang lebih produktif, perusahaan memiliki ruang untuk menjaga biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing.
Pupuk Indonesia juga mulai menyiapkan sumber pertumbuhan baru melalui diversifikasi bisnis. Dalam beberapa tahun mendatang, perusahaan menyiapkan pengembangan metanol dan turunannya, bisnis clean ammonia serta industrial support.
Diversifikasi tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap siklus bisnis pupuk.
Pengembangan clean ammonia juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menangkap peluang bisnis yang berkembang seiring dengan transisi menuju industri yang lebih rendah emisi.
Dengan strategi tersebut, transformasi Pupuk Indonesia diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan kinerja keuangan yang kuat saat ini, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang mampu menghadapi perubahan kondisi ekonomi global.
Kinerja keuangan perusahaan juga berjalan beriringan dengan upaya pemerintah meningkatkan akses petani terhadap pupuk.
Sepanjang 2025, Pupuk Indonesia berhasil menyalurkan 8.110.571 ton pupuk bersubsidi atau meningkat 10,68% dibandingkan tahun sebelumnya.