NADIKABAR.COM — Protes soal pencemaran air akibat data center kecerdasan buatan (AI) merebak di Cheyenne, Wyoming, Amerika Serikat. Pemerintah setempat bahkan mencabut izin pembuangan limbah bagi setiap kompleks pusat data yang terhubung dengan layanan air bersih kota.
Dilaporkan oleh Cowboy State Daily, Dewan Utilitas Publik Cheyenne telah memberlakukan larangan menyeluruh terhadap metode pembuangan air fill-and-flush. Itu adalah proses saat pusat data mengisi penuh sistem pendingin mereka dengan air sebelum mulai beroperasi untuk pertama kalinya.
Keputusan tersebut diambil setelah sebuah perusahaan pusat data yang berafiliasi dengan Meta, Goat Systems LLC, membanjiri saluran pembuangan air limbah setempat dengan limbah cair hasil proses pembersihan sistem yang mengandung bakteri langka dan mematikan bernama Cupriavidus gilardii.
Goat Systems dinyatakan melakukan 'pelanggaran berat' terhadap peraturan limbah industri Cheyenne setelah penyelidikan selama berbulan-bulan melacak keberadaan bakteri tersebut hingga ke saluran pembuangan Meta.
"Ini bukan sesuatu yang biasanya kami uji," ujar Frank Strong, manajer divisi teknik dan sumber daya air di Dewan Utilitas Publik Cheyenne, kepada Wyoming Tribune Eagle terkait penyelidikan tersebut.
Strong mencatat bakteri itu pertama kali ditemukan saat pengujian rutin untuk mendeteksi kontaminasi tinja, seraya menambahkan bahwa bakteri ini merupakan patogen yang tidak lazim ditemukan dalam air limbah. Bahkan yang berasal dari pusat data sekalipun.