Hingga akhir Agustus 2026, pemetaan BP Batam mengidentifikasi sembilan entitas data center dengan 10 kampus atau lokasi proyek, dalam tahap perencanaan, konstruksi, maupun operasi bertahap. Status tersebut perlu dijelaskan karena rencana investasi, komitmen, pembangunan, dan operasi memiliki konsekuensi kebutuhan utilitas yang berbeda.

Keterbukaan informasi juga menuntut kejelasan cakupan data. Perbedaan jumlah entitas, lokasi proyek, dan pelanggan listrik kerap terjadi akibat perbedaan basis pencatatan. Penjelasan yang komprehensif mengenai perbedaan ini sangat penting untuk membantu publik memahami dinamika investasi, sekaligus mencegah agar angka rencana tidak dipersepsikan sebagai fasilitas yang sudah sepenuhnya beroperasi

Karena itu, informasi investasi harus terhubung dengan perencanaan listrik dan air. Kebutuhan dihitung berdasarkan jadwal pembangunan serta operasi, sehingga penambahan kapasitas dapat dipersiapkan tepat waktu. Dengan cara ini, promosi investasi memiliki dasar kesiapan yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

Dalam proyeksi PLN Batam periode 2026–2035, daya mampu pasok pembangkit direncanakan meningkat dari sekitar 970 MW pada 2026 menjadi 3.691 MW pada 2035. Penyerapan daya pelanggan data center diperkirakan naik dari 89 MW pada 2026 menjadi 1.150 MW mulai 2031, mengikuti tahapan pengembangan fasilitas.