PLN Batam juga memetakan 17 pelanggan data center, dengan 10 pelanggan memiliki jadwal penyaluran daya kategori komitmen. Angka ini memperlihatkan kebutuhan yang harus diantisipasi, sekaligus menegaskan pentingnya sinkronisasi antara kepastian permintaan, pembiayaan, pembangunan pembangkit, dan kesiapan jaringan.
Namun, proyeksi tetap merupakan rencana yang harus dikawal. Bagi masyarakat dan pelaku usaha, ukuran ketahanan listrik terasa pada kontinuitas pelayanan. Kapasitas pembangkit perlu ditopang cadangan operasional, transmisi, distribusi, serta kemampuan memulihkan gangguan. Pertumbuhan pasokan harus menghasilkan peningkatan keandalan bagi seluruh pelanggan.
Pengembangan energi berkelanjutan juga membuka peluang. PLN Batam memetakan potensi proyek PLTS sekitar 2.500 MWp, antara lain di Rempang, Duriangkang, Pulau Lumba, dan Piayu. Proyek tersebut berada pada tingkat kesiapan berbeda. Potensinya perlu dikembangkan dengan memperhitungkan karakter pembangkitan surya dan kebutuhan keandalan sistem.