"Makanya, sekarang pemerintah sangat detail dalam hal melakukan sensus ekonomi. Itu yang sedang dijalankan, termasuk baseline PDB-nya sedang dikalibrasi ulang," tambahnya.

Meski BPS kini berada di bawah mitra komisi yang berbeda, Misbakhun menyebut perhatian terhadap data desil tetap menjadi sorotan utama. Pasalnya, data desil selama ini menjadi tolak ukur dalam menentukan kategori penerima perlindungan sosial.

"Nah, ini yang sedang kita perbaiki bersama. Jangan sampai kemudian negara sudah menggelontorkan uang yang nilainya sampai ribuan triliun itu kemudian tidak tepat sasaran," jelasnya.