Rusia sendiri nantinya akan kembali mengirimkan 500 ribu ton atau 3,73 juta barel diesel lagi pada bulan November, diikuti segera oleh 1 juta ton atau 7,45 juta barel setelahnya. Moskow kemudian akan kembali melepaskan 3 juta ton atau 22,35 juta barel tambahan tergantung kondisi kilang minyak negara tersebut.

Goldman Sachs memperkirakan diesel Rusia yang akan diguyur pasokannya pada bulan Oktober dan November hanya akan mengurangi harga grosir diesel sebesar US$ 1-2 per barel di AS dan Eropa.