Banyak analis memperdebatkan kemungkinan gelembung AI di pasar saham. Kekhawatirannya adalah beberapa perusahaan teknologi takkan mampu membenarkan valuasi setinggi langit karena biaya membangun data center AI dan mengembangkan software akhirnya akan lebih besar dari uang yang bisa dihasilkan darinya.

Dikutip NadiKabar dari BBC, Kathleen Brookes, direktur riset perusahaan perdagangan XTB, mengatakan ada banyak pasang surut perdagangan AI dalam beberapa bulan terakhir.

"Investor jadi tanpa ampun, menghukum tiap tanda kekecewaan dalam pendapatan. Perdagangan AI telah mengalami masa yang baik beberapa tahun terakhir, tapi sekarang investor menginginkan hasil, dan perusahaan seperti Alphabet dan Intel menjadi sasarannya," paparnya.

Meskipun demikian, nilai pasar saham untuk banyak dari perusahaan ini tetap berada jauh di atas posisi mereka setahun lalu.

Walau Nasdaq ditutup 2,8% lebih rendah, indeks tersebut naik 7,8% ssetahun terakhir. Demikian pula Amazon naik hampir 8% selama 12 bulan terakhir, sementara Alphabet turun 1,3%.