NADIKABAR.COM — saham teknologi merosot dua hari berturut-turut seiring meningkatnya kekhawatiran atas investasi ratusan miliar dolar yang digelontorkan perusahaan-perusahaan tersebut ke AI.

Saham Intel anjlok 28% hari Jumat waktu setempat, sementara induk Google, Alphabet, sahamnya turun 1,4% setelah terjun bebas 12% pada hari Kamis.

Saham teknologi lainnya, termasuk Reddit dan Amazon, juga merosot. Sementara indeks Nasdaq yang berisi perusahaan teknologi terbesar di AS, menutup Oktober dengan penurunan bulanan terburuknya sejak Maret 2025.

Meski perusahaan teknologi menghabiskan dana jumbo untuk AI, pendapatan mereka tak selalu memenuhi ekspektasi analis. Hal ini mencemaskan investor dan memunculkan ketakutan akan adanya gelembung (bubble) AI.

Perusahaan teknologi besar menggenjot pengeluaran AI, di mana Meta, Alphabet, Oracle, Amazon, dan Microsoft berkomitmen membelanjakan total USD 800 miliar pada tahun 2026.

Nilai pasar saham Alphabet turun tajam hari Kamis, memangkas lebih dari USD 500 miliar dari valuasinya setelah mengungkapkan bahwa ringkasan AI yang sekarang menjadi jawaban teratas pencarian mulai memengaruhi pendapatan iklan.

Pada saat yang sama, Alphabet memperkirakan akan menghabiskan hingga USD 205 miliar tahun ini untuk investasi, hampir seluruhnya terkait AI. Jadi jika ditotal, pengeluaran AI para raksasa teknologi totalnya sekitar USD 1 triliun.

Perusahaan teknologi lain yang terpuruk adalah Intel, yang kehilangan nilai lebih dari USD 130 miliar. Intel berencana meningkatkan pengeluaran AI meski permintaan komputer melemah, padahal komputer adalah sumber permintaan utama mikroprosesornya.

Amazon mengungkap menghabiskan lebih banyak kas daripada yang dihasilkannya, dan pengeluaran itu meningkat enam kali lipat dalam tiga bulan. Amazon berkomitmen membelanjakan USD 220 miliar tahun ini untuk data center AI, peralatan jaringan, dan server.

Saham Reddit anjlok 29%, setelah menyebut angka pengguna harian lebih lemah dari perkiraan dan memperingatkan pencarian Google yang makin didorong AI mulai merugikan lalu lintas referal. Saham Roblox juga turun 18%, seiring menurunnya jumlah pengguna aktif harian.

Banyak analis memperdebatkan kemungkinan gelembung AI di pasar saham. Kekhawatirannya adalah beberapa perusahaan teknologi takkan mampu membenarkan valuasi setinggi langit karena biaya membangun data center AI dan mengembangkan software akhirnya akan lebih besar dari uang yang bisa dihasilkan darinya.

Dikutip NadiKabar dari BBC, Kathleen Brookes, direktur riset perusahaan perdagangan XTB, mengatakan ada banyak pasang surut perdagangan AI dalam beberapa bulan terakhir.

"Investor jadi tanpa ampun, menghukum tiap tanda kekecewaan dalam pendapatan. Perdagangan AI telah mengalami masa yang baik beberapa tahun terakhir, tapi sekarang investor menginginkan hasil, dan perusahaan seperti Alphabet dan Intel menjadi sasarannya," paparnya.

Meskipun demikian, nilai pasar saham untuk banyak dari perusahaan ini tetap berada jauh di atas posisi mereka setahun lalu.

Walau Nasdaq ditutup 2,8% lebih rendah, indeks tersebut naik 7,8% ssetahun terakhir. Demikian pula Amazon naik hampir 8% selama 12 bulan terakhir, sementara Alphabet turun 1,3%.