Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun kehilangan tangan kanannya akibat ledakan granat pengendali massa di kota Saint-Etienne, Prancis bagian selatan.
Selama demonstrasi berlangsung, massa pemuda berkeliaran di jalanan kota, sesekali mereka berhadapan dengan polisi. Massa juga melakukan pembakaran dan menyerang toko-toko yang tutup untuk membobol serta mengosongkan isi di dalamnya.
Puluhan toko mulai dari supermarket, apotek, butik mewah, gerai pakaian, toko kacamata, gerai kosmetik, hingga toko elektronik dijarah di Paris, Marseille, Nice, Nantes, Bordeaux, Limoges, Lille, Toulouse, dan Strasbourg.
AFP melaporkan, kelompok-kelompok yang terdiri dari sekitar enam pria muda menyerang toko-toko secara terorganisasi di Paris. Mereka mengenakan masker dan sarung tangan, massa terlebih dahulu memutus kamera keamanan sebelum memecahkan kaca jendela untuk masuk ke dalam.
Penjarahan ini menambah rangkaian peristiwa perusakan dan vandalisme pada hari tersebut. Kantor-kantor pemerintahan kota di beberapa wilayah Prancis turut menjadi sasaran vandalisme.
Pejabat tinggi setempat menyebut kantor pemerintahan kota di Limoges, rusak akibat kebakaran yang sengaja dilakukan massa bertopeng yang menerobos masuk. Kantor yang telah berdiri lebih dari 140 tahun itu dilaporkan mengalami kerusakan besar.
Di kota lainnya, Marseille dan Lille, kantor pemerintahan kota lainnya juga dibobol dan dirusak massa. Sebuah kompleks kepolisian di Bordeaux turut dirusak, sementara di Lyon, para pengunjuk rasa membakar sebuah kantor layanan pariwisata.