Selain kualitas menu, DEN juga menyoroti pemerataan penerima program. Berdasarkan data hingga September, distribusi penerima MBG masih lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan dengan perdesaan.

Studi itu juga menunjukkan siswa dari kelompok ekonomi lebih mampu masih lebih banyak menerima MBG dibandingkan siswa dari kelompok miskin.

Oleh karena itu, Firman mengatakan pemerintah perlu memperkuat prioritas penerima program, terutama bagi masyarakat miskin, wilayah perdesaan, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin, karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah," pungkasnya.