Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengatakan kondisi El Nino intensitas moderat hingga kuat akan bertahan hingga awal 2027.
Dampak El Nino di Indonesia akan meningkatkan potensi kekeringan, krisis air serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG memprakirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Desember 2026 sampai Februari 2027.
Fenomena La Nina ketika terjadi di Indonesia dapat meningkatkan curah hujan, sehingga akan memperbesar risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.