Ferry mengaku belum melunasi pinjaman ke Jemy dan baru mencicil Rp 1,8 miliar. Ferry mengatakan tak ada uang dari Jemy yang dia serahkan ke Febrie.
Meski demikian, Ferry mengaku pernah mentransfer bagian uang tersebut ke kafe de'Clan. Boboho mengatakan uang itu berkaitan dengan utang-piutang antara dirinya dan Don Ritto.
"Kemudian Saudara juga langsung transfer ke de'Clan lagi di tanggal 25 Mei 2023 sebanyak Rp 3 miliar. Ini apa kepentingannya? Saudara transfer lagi ke de'Clan?" tanya jaksa.
"Izin menjelaskan Yang Mulia, seperti saya jelaskan yang tadi bahwa antara saya sama Pak Idon, Pak Idon ada mau pinjam uang dari saya," jawab Ferry.
Ferry Boboho mengaku mengenal Febrie melalui Wakil Jaksa Agung periode 2017-2020, Arminsyah. Ferry mengaku lebih dulu mengenal Arminsyah dibanding Febrie.
Mulanya, Ferry menceritakan pengenalannya dengan Arminsyah. Boboho mengaku sering membantu memperbaiki mobil Arminsyah.
"Nah, Saudara Saksi kan tadi sempat bilang bahwa ada perkenalan dengan Pak Arminsyah itu karena sering bantuin perbaiki mobil beliau atau ganti oli, benar?" tanya pengacara Febrie Adriansyah, Febri Diansyah.
"Oke. Mobil beliau ini, mobil yang di Jakarta atau mobil yang di Surabaya?" tanya pengacara Febrie.
"Ini penting kami tanya, Saudara Saksi, karena sejumlah saksi lainnya mengatakan bahwa perkenalan pertama Saudara Saksi ini dengan Pak Arminsyah, baru kemudian Pak Arminsyah memperkenalkan Saudara Saksi ke Pak Febrie Adriansyah. Makanya saya tanya, benar nggak seperti itu?" tanya pengacara Febrie.
"Betul, ya? Berarti yang memperkenalkan Saudara Saksi ke Pak Febrie Adriansyah itu adalah Pak Arminsyah? Yang terakhir menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung?" tanya pengacara Febrie.
Majelis hakim tergelitik dengan foto arloji di atas tumpukan uang Rp 55 miliar yang dipotret oleh Ferry Boboho. Ferry Boboho mengaku sengaja meletakkan arloji di atas tumpukan uang itu untuk kenang-kenangan.
"Nah, terakhir dari saya, mengenai ada tadi saya di apa di pajang mengenai foto ya. Saya kok tergelitik dengan ada foto uang, kemudian di atasnya ada arloji. Apa makna dari foto tersebut? Kok ada arloji di situ?" tanya hakim.
"Iya, izin, itu kayak kenang-kenangan jujur buat saya, Yang Mulia. Saya nggak pernah lihat," jawab Boboho.
Boboho mengatakan arloji itu tak ada kaitannya dengan uang Rp 55 miliar yang diberikan pengusaha Tan Kian. Boboho mengatakan arloji itu milik pribadinya.
"Apakah ada kaitan arloji itu dengan uang?" tanya hakim.
"Nggak ada, Yang Mulia. Sama sekali tidak ada. Itu cuman karena punya saya," jawab Ferry.
Hakim pun bertanya merek arloji tersebut. Ferry mengatakan arloji itu bermerek Garmin dengan harga sekitar Rp 7 juta.
"Garmin. Harganya berapa?" tanya hakim.
"Saya lupa, Rp 7 juta kalau nggak salah, Yang Mulia," jawab Ferry.
Ferry Boboho mengungkap ucapan Febrie Adriansyah usai penyerahan uang Rp 55 miliar dari pengusaha Tan Kian. Ferry mengatakan Febrie sempat bertanya apakah sudah mendapat bagian.
"Apakah Saudara mengambil itu, Saudara Febrie ini mengetahui? Atau itu inisiatif atau apa namanya? Inisiatif dari Saudara sendiri?" tanya hakim.
"Waktu itu iya saya izin menjelaskan. Sesudah beres, terakhirnya Pak Febrie sempat tanya, 'Kau sudah dapat?' Aku bilang, 'Sudah, aku dapat dari Tan Kian'. Udah," jawab Ferry.
"Oh dia sempat bertanya, 'Kamu sudah dapat?'" tanya hakim.
Ferry mengatakan sejak awal Febrie tak bilang bahwa ia boleh mengambil untung. Dia juga menuturkan Febrie tidak tahu bahwa ia mengambil bagian Rp 5 miliar dari total uang yang diberikan Tan Kian.
"Apakah dari awal beliau sudah pernah menyatakan kepada Saudara, nanti kamu boleh mengambil keuntungan dari?" tanya hakim.
"Tidak, jujur tidak, Yang Mulia," jawab Ferry.
"Tapi kenapa tiba-tiba di ujung-ujung dia bertanya kepada kamu, 'Kamu sudah dapat?'" tanya hakim.
"Saya enggak tahu, cuman ditanya gitu saya jawab apa adanya bahwa saya udah dapat," jawab Ferry.