Purbaya berseloroh untuk meminta traktir kepada Destry karena resmi mengemban jabatan baru. Namun, Purbaya mengakui ada kekurangan di masa lalu, seperti keterlambatan atau kelalaian dalam menilai kondisi likuiditas sistem perekonomian secara akurat. Oleh karena itu, instrumen dan tools pengawasan tersebut perlu dipertajam agar mampu membaca kondisi riil di lapangan secara lebih tepat guna menjaga stabilitas perbankan.
"Seperti kemarin-kemarin saya, termasuk saya, lalai, terlambat menilai kondisi likuiditas sistem perekonomian ketika kita pakai alat-alat yang ada, per-NCD, alat likuid, per-NCD, per-deposito itu katanya bagus, tapi untuk saya stabil terus, walaupun perbankannya lagi goncang. Jadi, itu mesti kita perbaiki. Itu tim redaksi yang mesti kita perbaiki. Jadi, kita ingin mengembangkan tools-tools yang betul-betul melihat riil kondisi di lapangan," beber Purbaya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengucapkan selamat atas jabatan yang baru diemban oleh ketiga pejabat BI yang dilantik hari ini. Menurut Kiki, ketiganya bukan sosok baru di perbankan. Bahkan menurutnya, mereka merupakan sosok yang mumpuni.