Selain karena ketidakpastian global, Destry menyebut pelemahan rupiah karena adanya sentimen dari pasar global. Akumulasi dua sentimen tersebut yang menyebabkan turunnya nilai tukar rupiah.
"Masalahnya ada sentimen, market sentimen itu mungkin bisa timbulnya macam-macam, termasuk global sentimen. Ini berkumpul jadi satu, sehingga ini yang menyebabkan pergerakan rupiah itu menjadi seperti sekarang ini," terangnya.
Padahal secara fundamental jangka panjang, Destry menyebut ekonomi Indonesia masih sangat stabil. Saat ini, BI juga masih melakukan sejumlah intervensi terhadap pasar keuangan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menjaga nilai tukar rupiah.