Sehari kemudian, rombongan yang menggunakan Fortuner memindahkan sejumlah koper dan kotak ke mobil Honda Jazz putih yang diduga digunakan untuk menerima logistik.
"Pada 19 Oktober, 12.51 rombongan Fortuner memindahkan koper dan kotak ke Honda Jazz putih selaku penerima logistik," katanya.Polisi gerebek lima lokasi
Setelah mengumpulkan informasi mengenai pergerakan jaringan tersebut, tim gabungan mematangkan rencana penindakan pada 21 Oktober 2026. Operasi kemudian dilaksanakan sehari setelahnya di sejumlah lokasi di Aceh.
"Pukul 12.19 WIB, tim gabungan mendapat informasi Tersangka LJ dan XM berada di sebuah ruko di jalan Dayah Tanoh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Pada 14.40 WIB, tim gabungan melaksanakan penindakan di ruko di jalan Dayah Tanoh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Beserta empat lokasi lainnya di Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe," katanya.
Dalam operasi di ruko wilayah Pidie, petugas menangkap LJ dan sejumlah orang lainnya. Tim gabungan juga mengamankan lokasi yang diduga dijadikan laboratorium narkotika rahasia beserta berbagai barang bukti.
Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan puluhan drum berisi sabu cair dan ratusan kilogram sabu kristal. Total barang bukti narkotika yang diamankan mencapai sekitar 1,2 ton bruto.
"Kemudian melakukan penggeledahan, di lokasi tersebut menemukan barang 20 drum sabu cair dan kurang lebih 500 kg sabu kristal. Dengan total barang bukti yang diamankan lebih kurang 1,2 ton bruto," ungkapnya.