Adapun proses pengungkapan kasus ini tidak serta merta langsung mengarah kepada anak dari saksi yang menemukan bayi itu. Polisi pertama-tama melakukan pendalaman lewat bidan di sekitar.

"Jadi kalau prosesnya yang pasti kita kan melihat di sekitar lingkungan tersebut ya. Lingkungan tersebut dalam masalah penyelidikan biasanya menarget kepada yang pertama apakah ada bidan-bidan yang membantu kelahiran, nah dari situ tidak ada," ungkap Bodia.

Polisi terus melakukan penyelidikan dan informasi dari warga sekitar dikumpulkan. Ternyata penyelidikan mengerucut pada WAP.

"Kita melaksanakan penyelidikan ke sekitar. Apakah ada orang-orang yang diduga atau gerak-geriknya mencurigakan. Dari situ kita dapat bahan keterangan," ujar Bodia.

"Informasi dari informan bahwa ada orang yang diduga ini dan ada pembicaraan-pembicaraan terkait masa kehamilan dan lain-lain. Akhirnya mengerucut kepada satu orang yang kita duga kuat," imbuhnya.

Saat diamankan, menurut Bodia, WAP mengakui perbuatannya. Dia lalu memberitahukan siapa ibu dari bayi tersebut.

"Dari situ ketika kita laksanakan pengamanan, yang mengamankan terlebih dahulu, dia mengakui. Mengakui baru dari situ kita kembangkan sampailah kepada pelaku anak," kata Bodia.