Namun, DEWA tetap mencatat kenaikan beban umum dan administrasi serta beban keuangan. Dari sisi neraca, total liabilitas meningkat 21,16% secara year-to-date menjadi Rp9,86 triliun. Posisi kas dan bank tercatat Rp744,92 miliar, turun 36,64% dibandingkan periode sebelumnya.
PTSN mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar +65.20% YoY menjadi USD 182.28mn pada 1H26 (1H25: USD 110.32mn). Namun, laba bersih turun -30.40% YoY menjadi USD 4.69mn (1H25: USD 6.74mn), seiring kenaikan beban pokok pendapatan yang menekan margin laba kotor menjadi 8.10% dari 13.90%.
PTSN juga berpeluang terlibat dalam rencana pemerintah membagikan ponsel gratis kepada 25 juta warga kelompok desil 1–4. Program tersebut dapat membuka peluang bagi perseroan melalui kegiatan perakitan dan produksi perangkat.
Dengan asumsi harga pengadaan Rp1,10 juta per unit, kebutuhan anggaran program tersebut diperkirakan mencapai Rp27,50 triliun. Meski demikian, realisasi peluang bagi PTSN masih bergantung pada mekanisme pengadaan serta keterlibatan perseroan dalam program tersebut.
PACK menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan HMETD II atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru dengan nilai maksimal US$463 juta atau sekitar Rp8,20 triliun.
Dana dari aksi tersebut akan digunakan untuk pembayaran pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited (DDL), serta kebutuhan modal kerja perseroan dan/atau anak usaha.
PT Eco Energi Perkasa ditunjuk sebagai pembeli siaga dengan nilai maksimal US$418 juta atau sekitar Rp7,40 triliun. Sementara itu, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi hingga sekitar 74,60%.
Bersamaan dengan rights issue, PACK juga menyiapkan sejumlah aksi akuisisi. Perseroan berencana membeli 100% saham DDL senilai US$324 juta dari Hanking (Indonesia) Mining Limited. Transaksi ini termasuk transaksi afiliasi karena terdapat kesamaan pengendali akhir.