Menurut Diggia, perbedaan tersebut akan semakin penting pada 2027 ketika MotoGP memasuki era mesin 850 cc dengan regulasi teknis baru.

"Ducati memberi kami motor resmi, dukungan pabrikan, serta suku cadang terbaik yang tersedia, tetapi komponen-komponen tersebut tidak dibuat khusus untuk saya. Dan itu agak berbeda. Terutama karena kami adalah pebalap dan kami semua memiliki gaya berkendara yang berbeda-beda. Jadi, terkadang sebuah komponen yang berfungsi sempurna bagi saya bisa jadi sangat buruk bagi pebalap lain," ujarnya.

"Di tim resmi, dengan dukungan penuh dari pabrikan, mereka bisa merancang motor sesuai dengan saya dan gaya berkendara saya. Saya tidak perlu lagi berusaha memaksimalkan suku cadang yang dikembangkan untuk orang lain. Di masa MotoGP di mana segalanya berubah--ban baru, motor baru, hampir semuanya baru--saya rasa ini adalah keputusan terbaik yang bisa saya ambil. Bagaimana kinerjanya di lintasan? Kita baru akan tahu mulai dari Valencia," tukas Diggia.