NADIKABAR.COM — Jaguar Land Rover (JLR) dikabarkan akan memangkas 4.000 pekerja. Produsen otomotif asal Inggris itu dinilai mengalami kesulitan menghadapi persaingan dengan pabrikan China, tarif AS dan transisi menuju kendaraan listrik.
Diberitakan BBC, pemangkasan ini akan dilakukan selama dua tahun ke depan. Sebagian besar akan berdampak pada kantor pusat yang berbasis di Inggris.
CEO Jaguar Land Rover, PB Balaji, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung semua pihak dengan kepedulian, keadilan, dan rasa hormat selama proses pengurangan karyawan ini berlangsung.
"Industri otomotif menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan teknologi di tengah persaingan ketat hingga ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut," katanya.