Selain itu, kebijakan tarif yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga merugikan perusahaan ini. Apalagi, Jaguar Land Rover tidak memiliki pabrik di AS.

Masalah yang dialami Jaguar Land Rover diperparah oleh serangan siber tahun lalu. Hal itu memaksa perusahaan untuk menghentikan produksi selama lebih dari sebulan.

Dalam laporan kinerja keuangan untuk tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret, JLR menyebutkan bahwa tarif AS dan serangan siber merupakan penyebab utama penurunan penjualan sebesar seperlima, yakni menjadi £22,9 miliar dari £29 miliar pada periode sebelumnya.