NADIKABAR.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan kematian balita berinisial YS (1 tahun 2 bulan), yang meninggal setelah mengalami sesak napas, bukan disebabkan oleh dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran terkait kasus tersebut.
"Sehubungan dengan adanya kasus bayi di wilayah Bukuan, Kota Samarinda, yang kemarin Diberitakan, kami dari Dinas Kesehatan sudah melakukan penelusuran dan melakukan surveilans kepada rumah sakit terakhir di mana bayi tersebut meninggal. Dipastikan bahwa yang bersangkutan meninggal bukan karena karhutla," kata Ismed, Sabtu (17/10/2026).
Meski begitu, Ismed tidak merinci kondisi medis yang dialami YS sebelum meninggal dunia. Dia menyarankan agar informasi mengenai penyebab pasti kematian balita tersebut dikonfirmasi kepada dokter yang terakhir merawatnya.
"Untuk jelasnya nanti bisa dikonfirmasi kepada dokter yang terakhir merawat," ujarnya.
YS yang merupakan warga Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda. dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami sesak napas. Ibunya, Sindhy Jumatun (25), mengaku telah membawa YS berobat ke rumah sakit hingga puskesmas sebelum akhirnya menjalani rawat inap. Sindhy mengatakan, gejala sesak napas mulai dialami anaknya sekitar sepekan sebelum meninggal.
Sindhy mengatakan anaknya tak punya riwayat asma maupun penyakit bawaan yang berkaitan dengan pernapasan. Dia mengatakan anaknya punya keterlambatan tumbuh kembang dan peradangan pada mata, sehingga harus menjalani kontrol rutin setiap dua pekan.
"Anak saya tidak memliki riwayat penyakit pernapasan. Kondisi bawaannya hanya keterlambatan tumbuh kembang dan peradangan di mata. Dari umurnya tujuh atau delapan bulan, setiap dua minggu sekali saya bawa kontrol. Dan selama itu juga tidak pernah ada riwayat keluhan pernapasannya seperti asma atau yang lain," tegasnya.
Namun, Sindhy juga mengatakan ada asap dan abu diduga dari kebakaran lahan yang kerap sampai ke lingkungan tempat tinggalnya. Dia mengatakan abu berwarna hitam sering terlihat di sekitar rumahnya pada pagi hari.