NADIKABAR.COM — Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyiapkan sertifikasi mitra penggilingan padi untuk memastikan standar kualitas beras, meningkatkan mutu produksi, serta memperkuat pengelolaan pasokan pangan nasional secara berkelanjutan.
Rizal mengatakan program sertifikasi tersebut bertujuan memastikan setiap penggilingan mitra Bulog memiliki standar pengolahan yang lebih terukur, sehingga kualitas beras yang dihasilkan semakin konsisten.
"Awal tahun depan dimulai sertifikasinya. Tujuannya untuk melihat kualitas dari masing-masing penggilingan, sehingga dengan adanya sertifikasi itu nanti hasil produksi pengolahan gabah menjadi beras Bulog terstandardisasi," kata Rizal di Jakarta, Minggu.
Melalui program tersebut, Bulog berharap penggilingan yang sebelumnya memiliki kualitas produksi kurang optimal dapat meningkatkan kemampuan pengolahan serta menghasilkan beras dengan mutu lebih baik.
Bulog menyebut jumlah mitra penggilingan yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai sekitar 1.800 unit sebagai bagian jaringan pendukung penyerapan gabah petani.
"Kalau mitra itu ribuan di seluruh Indonesia. Jumlahnya 1.800-an," ujarnya.
Selama ini, kata dia, kualitas produksi mitra penggilingan Bulog dinilai relatif baik, termasuk tingkat rendemen yang menunjukkan hasil pengolahan gabah berjalan sesuai harapan.
Namun, sertifikasi tetap diperlukan agar setiap mitra memiliki standar yang sama dan mampu menjaga konsistensi kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat.
Pelaksanaan sertifikasi nantinya melibatkan Bulog bersama Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) dan konsultan yang ditunjuk untuk melakukan penilaian terhadap kapasitas serta standar penggilingan mitra.
Bulog memastikan proses sertifikasi tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan, tetapi juga memberikan pendampingan agar mitra mampu meningkatkan kualitas produksi secara berkelanjutan.
Sebagian mitra penggilingan Bulog diketahui telah memiliki sertifikasi, sementara penggilingan lainnya akan mengikuti proses penilaian secara bertahap mulai awal tahun depan.
Selain sertifikasi, Bulog juga mendorong peningkatan efisiensi biaya operasional penggilingan melalui koordinasi dengan PT PLN terkait perubahan sistem penggunaan listrik.
Melalui skema penggunaan listrik berbasis token, mitra penggilingan diharapkan dapat menekan biaya produksi, sehingga berpotensi mendukung harga beras lebih efisien.
"Jadi listrik itu yang selama ini pakai abonemen, kami sudah koordinasi dengan PLN, itu nanti menggunakan token. Karena kalau dengan token dia akan mengurangi biaya operasionalnya, sehingga harga beras akan lebih murah," tutur Rizal.
Program sertifikasi dan efisiensi energi tersebut menjadi bagian langkah Bulog memperkuat ekosistem penggilingan nasional dari sisi mutu maupun daya saing.
Dengan sertifikasi penggilingan dan dukungan efisiensi operasional, Bulog optimistis kualitas beras nasional semakin terjaga sekaligus memperkuat pelayanan pangan bagi masyarakat.