NADIKABAR.COM — Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Ahmad Yani memastikan koreksi pasar saham imbas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) tak memberikan dampak pada fundamental maupun rencana pertumbuhan perusahaan. Sebagaimana diketahui, IHSG turun tajam usai MSCI membuka peluang menurunkan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Ahmad mengatakan kondisi itu memicu aksi jual investor asing hingga mencapai Rp 94,87 triliun dari awal tahun. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dari level 8.647 menjadi 5.439 atau sekitar 37%.
Meskipun saham PGE mengalami koreksi sekitar 8,89% sejak akhir 2025 hingga saat ini. Kata Ahmad, hal ini tidak memberikan dampak kepada fundamental PGE.