"Nah inilah bentuk kondisi pasar saat ini di Indonesia tetapi kondisi ini tidak memberikan dampak kepada fundamental PGE, tidak berdampak kepada rencana pertumbuhan PGE," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Rabu (4/11/2027).

Ahmad menyampaikan sepanjang Januari-Septermber 2026, produksi listrik panas bumi sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri (own operation). Produksi ini meningkat 9,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus mencetak rekor produksi tertinggi (all time high) dan mencapai 108,22% dari target 3.801 GWh.

Dari sisi keuangan, PGE membukukan pendapatan sebesar US$ 352 juta hingga September 2026. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar US$ 126 juta dan EBITDA mencapai US$ 287 juta.