Ia menambahkan, perubahan yang sekarang diluncurkan sudah merupakan hasil dari berbagai masukan pengguna.

Dalam sistem baru, Discord menggunakan model untuk memperkirakan apakah sebuah akun kemungkinan digunakan oleh orang dewasa atau remaja. Adapun yang dianalisis sistem bukan isi percakapan, melainkan melihat pola penggunaan akun, termasuk komunitas, server dan game yang terhubung, tingkat aktivitas, serta usia akun.

Discord menegaskan bahwa sistem tersebut tidak membaca pesan, panggilan, atau konten pengguna untuk menentukan kelompok usia. Tidak ada satu server atau komunitas yang secara otomatis menentukan usia seseorang. Model melihat pola dari berbagai akun untuk menghasilkan perkiraan kelompok usia.

Meski demikian, Discord mengakui model tersebut tidak sempurna dan bisa salah mengelompokkan pengguna. Karenanya, jika seorang pengguna dewasa ternyata ditempatkan dalam kelompok remaja atau statusnya belum terkonfirmasi, mereka dapat melakukan konfirmasi usia secara manual.

Salah satu perubahan terbesar setelah mendapat masukan pengguna adalah bertambahnya pilihan untuk membuktikan usia. Discord mengatakan metode yang tersedia dapat berbeda tergantung wilayah dan perangkat.

Pilihannya antara lain kartu kredit, Apple App Store, Google Play Store, Google Wallet, video selfie, pemindaian identitas, serta AgeKey. Dengan opsi kartu kredit, misalnya, informasi kartu diteruskan oleh k-ID ke Stripe untuk memastikan kartu dimiliki dan diotorisasi oleh orang dewasa. Discord dan k-ID disebut tidak menerima detail kartu tersebut.

Pengguna juga dapat mengizinkan Apple atau Google membagikan rentang usia kepada Discord, bukan tanggal lahir lengkap. Untuk video selfie, Discord mengatakan proses estimasi usia dilakukan sepenuhnya di perangkat. Demikian juga dengan data biometrik, Discord memastikan data tersebut tidak dikirim ke mereka.