Kunjungan berlanjut ke situs cagar budaya Tuk Bimo Lukar, merupakan petirtaan yang dibangun dekat komplek percandian Dieng pada abad VIII Masehi, sekaligus hulu Sungai Serayu.
Pemandu wisata menyampaikan, di situs ini barang siapa yang mencuci muka dan meminum airnya, diyakini bisa awet muda.
"Situs Tuk Bimo Lukar, bukti masyarakat Diang sudah menerapkan konservasi sumber daya air sejak dahulu kala," kata pemandu.
Uji jalur berlanjut ke perkebunan Purwaceng yang berada Bukit Sekunir, di ketinggian 2.500 mdpl yang kelola oleh Uswatun Hasanah (45).
Purwaceng, tanaman dikenal dengan nama ilmiah Pimpinella pruatjan. Sebagai tanaman herbal yang memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatannya, sebagai tradisi masyarakat dalam minuman herbal.
Pengunjung diajak mencicipi secangkir seduhan Purwaceng yang hangat dan berkhasiat menjaga kebugaran tubuh.
DJKI menjadikan Dieng sebagai pilot project GI Tourism sebagai perlindungan kekayaan intelektual.
Indikasi geografis atau GI adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari keduanya.
Indikasi geografis memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.
Tanda yang digunakan sebagai Indikasi Geografis dapat berupa e-tiket, atau label yang dilekatkan pada barang yang dihasilkan. Tanda tersebut dapat berupa nama tempat, daerah, atau wilayah, kata gambar, huruf, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut.