Ia juga menyoroti peran melatonin, hormon yang terkait dengan siklus tidur-bangun.
"Melatonin juga berinteraksi dengan jalur yang terlibat dalam stres oksidatif, kerusakan DNA, dan proliferasi sel. Paparan cahaya berulang di malam hari dapat menekan sinyal melatonin normal," katanya.
Lebih lanjut, Dr Agrawal memperingatkan bahwa kurang tidur kronis dapat menyebabkan peradangan sistemik, yang dapat memengaruhi fungsi sel imun dan regulasi metabolisme.
"Stres oksidatif yang berlebihan dapat merusak protein dan DNA, tetapi kerusakan DNA tidak secara otomatis menyebabkan kanker karena sel memiliki cara untuk memperbaikinya. Namun, kerusakan DNA yang berulang bersamaan dengan kegagalan untuk mengatur proses tersebut dapat menciptakan kondisi yang pada akhirnya akan mengakibatkan karsinogenesis, yaitu transformasi sel normal menjadi sel ganas," tambahnya.